Politik

Dok - 4 Desember 2019

Sidak Anggota DPRD Bersama Sekda, Janji Ganti Rugi Lahan Warga

Admin | Senin, 09 Desember 2019 - 03:29:28 WIB | dibaca: 69 pembaca

Bongkarfaktanews.com - Tanjab Barat, Pemkab Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) mengambil sikap tegas terhadap polemik pembangunan bendungan, penyebab rusaknya puluhan hektare kebun kelapa milik warga.

Selain menjanjikan ganti rugi terhadap petani, Pemkab juga berjanji dalam waktu dekat segera merubah aliran sungai.

Agus Sanusi, Sekda Tanjab Barat juga menyampaikan bahwa Pemkab Tanjab Barat akan segera melakukan normalisasi sungai yang alirannya mulai mengalami pendangkalan.

"Kita buat codetan supaya air tetap mengalir dan kebun warga tidak rusak. Kita akan lakukan secepatnya supaya persoalan ini cepat selesai," kata Sekda Tanjab Barat, Agus Sanusi, saat meninjau pembangunan kantor yang terletak di samping kantor Bupati Tanjab Barat, Rabu (4/12/19).

Anggota DPRD Tanjabbar bersama Sekda sidak ke lokasi pembangunan bendungan (Tribunjambi/Darwin Sijabat)

Sementara untuk kebun warga terdampak yang diduga akibat pembuatan bendungan banguan itu, pemkab juga akan melakukan ganti rugi.

"Untuk kerugian kebun yang terdampak kita akan hitung kerugian warga dan akan kita ganti rugi. Berapa batang akan kita hitung diganti sesuai kerugian petani," timpal Erwin, Asisten II Setda Pemkab Tanjabbar, yang turut mendampingi Sekda Tanjab Barat.

Pada kesempatan itu, Anggota Komisi II DPRD Tanjabbar, Suprayogi Syaiful, mengatakan pada inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan bersama Sekda dan Asisten II, serta OPD terkait, sebagai respon atas keluhan warga.

"Saat ini akan fokus pada persoalan yang menyangkut hajat orang banyak, termasuk soal kebun warga yang terdampak luapan air saat ini," kata Suprayogi.

"Yang jelas kita carikan solusi dengan segera merealisasikan codetan dan ganti kerugian petani," tuturnya.

Sementara permasalahan yang timbul dan saling berkaitan dengan pembangunan kantor itu, Suprayogi mempertegas akan tetap membicarakan dan menyelesaikannya bersama pemerintah. Namum yang terpenting bagaiamana dampak saat ini yang harus diselesaikan.

Seperti diketahui, sebelumnya puluhan hektare kebun warga rusak. Diduga akibat ditutupnya anak sungai, sebagi dampak dari Proyek pekerjaan turap dan pintu Air di kawasan kantor bupati Tanjab Barat.

Hal itu membuat ratusan batang kelapa dalam dan kebun pinang milik warga Rt 13 kelurahan Sriwijaya kecamatan Tungkal Ilir rusak terendam banjir.

Kondisi buruk itu sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir, terdampak kebijakan pembangunan proyek yang menelan anggaran Rp 14,4 Miliar itu. Kondisi tersebut membuat warga gerah dan menuntut ganti rugi ke pemerintah.

Janji Ganti Rugi Lahan Warga yang Terdampak Pembangunan Bendungan, Sidak Anggota DPRD Bersama Sekda(***)





Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 Kode Diatas)